Selasa, 23 Desember 2014

Agar Tetap Dekat, Ini Cara Jitu Ortu Hadapi Anaknya yang Remaja

on
Usai melewati fase anak-anak, sang buah hati mulai memasuki fase remaja dimana ia sudah mampu lebih mandiri tak lagi bersandar sepenuhnya pada orangtua. Pada fase ini, remaja mulai lebih senang kumpul dengan teman daripada keluarga. Tak sedikit orang tua yang merasa ditinggalkan anak yang beranjak remaja.
"Pada fase ini remaja mulai memiliki komunitas baru. Jadi jangan kaget ya moms bila pada usia ini mereka lebih memilih teman. Teman lebih penting dan segalanya," ungkap psikolog anak, Efnie Indiranie, M.Psi saat ditemui dalam Oreo Asyiknya Kebersamaan di Locanda Restaurant pada Kamis (11/12/2014).
"Jadi, jika orang tua ingin dekat dengan remaja jadilah teman bagi mereka," tegas psikolog lulusan Universitas Maranatha, Bandung ini.
Ciri khas teman yang paling utama adalah bisa menjadi tempat curhat. Pada saat ini, orang tua harus bertransformasi menjadi teman yang tidak memberikan penilaian maupun interupsi. "Orang tua harus betul-betul siap mendengarkan curhatan mereka. Tahan ya bunda," tambah Efnie.
Lalu, orang tua juga mulai mencari tahu dunia remaja. Mencari tahu apa yang sedang disukai. "Titik awal untuk memulai perbincangan adalah membicarakan apa yang mereka minati. Jadi, anak bisa nyambung dengan orang tuanya," tutur perempuan cantik ini.
Ketika orang tua sudah bisa jadi teman dan berkomunikasi bagi anak yang mulai beranjak remaja itu merupakan cara membentuk kebersamaan. Orang tua pun bisa mengetahui dan memantau perkembangan buah hati. Sehingga sang remaja pun jika terjadi sesuatu yang menyimpang orang tua bisa memberi tahu.

Tidak ada komentar: